Minggu, 07 Agustus 2011

Ramadhan,Sarana Melatih Diri Agar tidak Bersifat Konsumtif

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Sikap konsumtif selama ramadhan harus dikonversi menjadi perbanyak ibadah dan amalan sosial. Demikian diungkapkan Kementerian Agama RI, Suryadharma Ali, saat ditemui di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Senin (1/8).

Dikatakan Suryadharma Ali, sikap konsumtif merupakan ancaman yang luput dari perhatian umat. Padahal, selama ramadhan, segala sasuatunya meningkat, mulai dari konsumsi gula yang semula sekilo, menjadi 3 kilo.

Karena itu, Menteri mengingatkan agar umat dapat memperhatikan kecenderungan itu dengan menyelaraskan kebutuhan lalu merujuk pada hakikat umat berpuasa.

Menteri mengungkap, dirinya punya kiat untuk mengatasi sikap konsumtif. Caranya, sikap konsumtif dialihkan dengan memperbanyak amalan sosial.

Cara itu dinilai sangat efektif. Apalagi, tantangan berpuasa itu semakin bertambah. Tambahan tantangan itu, tentu membutuhkan kesiapan umat dan niat yang utuh dalam menjalankan ibadah puasa.

Beras, Penyumbang Inflasi Terbesar?

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Kenaikan harga beras memberikan sumbangsih besar terhadap inflasi.Data statistik yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Per Juni 2011 mengungkap peningkatan harga beras membuat inflasi pada Juli 2011 mencapai 0,67 persen, sedangkan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,55 persen. Dari angka inflasi sebesar 0,67 persen bulan ini, beras memberi kontribusi paling besar, yakni 0,22 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan dalam konferensi pers perkembangan inflasi dan neraca perdagangan Juli 2011, Senin (1/8), mengatakan inflasi paling besar disumbang oleh beras. Menurut dia, inflasi Januari-Juli 2011 mencapai 1,74 persen, sedangkan inflasi tahunan atau inflasi dari Juli 2010 hingga Juli sebesar 4,61 persen.

Beras terus menjadi penyumbang inflasi terbesar sejak beberapa bulan sebelumnya. Beras menjadi penyebab utama inflasi pada Juni 2011, di mana kontribusinya disumbang bahan makanan sebesar 0,30 persen. Pada tahun ini, daging ayam ras juga menyumbang inflasi sebesar 0,13 persen, telur ayam ras 0,06 persen dan emas perhiasan 0,03 persen. Harga emas dunia sekarang mencapai 1.600 dolar AS per ons.
Redaktur: Sadly Rachman
Reporter: Agung Sasongko

Jelang Puasa, Ribuan Guru di Surabaya Belum Terima Tunjangan

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA-- Sebanyak 1.054 guru dari 11.962 guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS) maupun swasta yang telah lulus sertifikasi guru di Kota Surabaya belum menerima tunjangan profesi pendidik (TPP) 2011.

Ketua Komisi D Bidang Pendidikan DPRD Surabaya Baktiono, Ahad, mengatakan, 1.054 guru tersebut dinyatakan telah lulus sertifikasi berupa pelatihan maupun persyaratan yang telah ditentukan pemerintah sebagai seorang pendidik.

"Masalahnya guru-guru itu protesnya ke Surabaya (Dinas Pendidikan Surabaya) bukan ke pusat (pemerintah pusat). Padahal yang mencairkan TPP kan pemerintah pusat," katanya.

Menurut dia, keterlambatan tersebut tidak tersosialisaikan ke guru-guru yang belum menerima TPP tersebut. Sehingga mereka terus menagih janji ke pemerintah daerah.

Adapun rekapitulasi TPP 2011 yang sudah terbit meliputi 6.941 guru PNS dan 3.967 guru swasta. Sedangkan TPP 2011 yang belum terbit meliputi 557 guru PNS dan 497 guru swasta. Baktiono menjelaskan TPP semestinya diberikan setiap bulannya kepada guru bersangkutan, namun selama ini TPP selalu diberikan oleh pemerintah setiap tiga bulan sekali bahkan lebih.

Redaktur: Stevy Maradona
Sumber: Antara

Wow Hebat… Seorang Guru dari Surabaya Bergaji 12 Milyar Sebulan

Raih profesor dan 4 gelar doktor sekaligus

Ken Soetanto, asli Surabaya bergaji Rp 12 miliar per
bulan di Jepang

JAKARTA – Prestasi membanggakan ditorehkan Prof Ken
Soetanto. Warga Surabaya ini menggondol gelar profesor
dan empat doktor selama bertahun-tahun mengabdikan
hidupnya di Jepang. Hebatnya lagi, prestasi
akademiknya tersebut diakui di Jepang dan AS dengan
menjadi profesor di usia 37 tahun.

Pada 1988-1993, Soetanto yang juga direktur Clinical
Education and Science Research Institute (CERSI) ini
menjadi asosiate professor di Drexel University dan
School Medicine at Thomas Jefferson University,
Philadelphia, USA. Ia juga pernah tercatat sebagai
profesor di Biomedical Engineering Program University
of Yokohama (TUY).

Saat ini pria beristri juga perempuan Surabaya ini
tercatat sebagai prosefor di almameternya, School of
International Liberal Studies (SILS) Waseda
University, dan profesor tamu di Venice International
University, Italia.

Gelar itu dirangkap dengan jabatan wakil dekan di
Waseda University. Kemampuan otak pria kelahiran 1951
ini sungguh brilian karena mampu menggabungkan empat
disiplin ilmu berbeda. Itu terungkap dari empat gelar
doktor yang diperolehnya. Yakni, bidang Applied
Electronic Engineering di Tokyo Institute of
Technology, Medical Science dari Tohoku University,
dan Pharmacy Science di Science University of Tokyo.
Yang terakhir adalah doktor bidang ilmu pendidikan di
almamater sekaligus tempatnya mengajar Waseda
University.

”Saya sungguh menikmati dengan pekerjaan sebagai
akademisi,” tutur Soetanto dalam wawancara khusus
dengan koran ini di President University, Jababeka
Education Park, Cikarang, Jawa Barat, Sabtu lalu.
Soetanto kebetulan berada di Indonesia untuk
mendampingi Dr Kotaro Hirasawa (dekan Graduate School
Information Production & System Waseda University) dan
Yukio Kato (general manager of Waseda University)
dalam penandatanganan MoU antara President University
dan Waseda University. President University adalah
institusi perguruan tinggi berbasis kurikulum bertaraf
internasional yang berlokasi di tengah-tengah sekitar
1.040 perusahaan di kawasan industri Jababeka,
Cikarang. Sebagian mahasiswa President University
berasal dari Cina, Vietnam, dan Jepang.

Di luar status kehormatan akademik itu, Soetanto juga
masuk birokrasi di Negeri Sakura. Pria yang pernah
berkawan dengan mantan presiden RI BJ Habibie ini ini
tercatat sebagai komite pengawas (supervisor
committee) di METI (Japanese Ministry of Economy,
Trade, and Industry atau semacam Menko Perekonomian di
RI). Selain itu juga ikut membidani konsep masa depan
Jepang dengan menjadi Japanese Government 21st Century
Vision.

”Pada jabatan tersebut saya berpartisipasi langsung
menyusun GBHN (kebijakan makro)-nya Jepang,” tutur
Soetanto yang masih fasih berbahasa Indonesia dan Jawa
berlogat Suroboyoan ini. Buah pemikiran Soetanto yang
terkenal adalah konsep pendidikan “Soetanto Effect”
dan 31 paten internasional yang tercatat resmi di
pemerintah Jepang.

Dan, mau tahu berapa Soetanto digaji? Jumlahnya
sangat mencengangkan untuk ukuran akademisi bergelar
profesor atau mereka yang pernah menduduki jabatan
tertinggi di perguruan tinggi (rektor). Kementerian
Pendidikan Jepang mengganjar Soetanto dengan gaji US$
15 juta (Rp 144 miliar) per tahun. Sungguh “perhatian”
dari pemerintah yang luar biasa!

Di antara segudang prestasi itu, bisa jadi yang
paling membanggakan, khususnya bagi warga Surabaya,
adalah latar belakang sekolah dasar dan menengahnya
yang ternyata dihabiskan di kota buaya. Soetanto muda
mengenyam pendidikan di SD swasta di Kapasari, SMP
Baliwerti, dan SMA Budiluhur yang dulu menjadi jujugan
sekolahan warga keturunan Tionghoa.

Kritik pendidikan RI
Seusai menandatangani MoU, Soetanto memberikan
ceramah akademik popular di hadapan ratusan mahasiswa
President University. Isi ceramahnya menarik perhatian
mahasiswa bahkan beberapa jajaran direksi PT Jababeka,
termasuk Dirut PT Jababeka Setyono Djuandi Darmono.
Maklum, Soetanto membeber pengalamannya bisa
“menaklukkan” dunia perguruan tinggi Jepang kendati
dirinya hingga sekarang masih berkewarganegaraan
Indonesia. Apalagi, dirinya berasal dari Kota Surabaya
yang nyaris tak diperhitungkan di dunia akademisi
Jepang.

Selebihnya, Soetanto banyak mengkritisi sistem
pendidikan di Indonesia yang perlu dibenahi untuk
menghasilkan produk berkualitas. ”Sistem pendidikan
di sini (Indonesia) sudah tertinggal jauh bahkan di
bawah Malaysia dan Vietnam,” jelas Soetanto dengan
gaya bicara berapi-api. Yang ironis, penghargaan
terhadap staf pengajar atau guru di Indonesia juga
sangat kurang. Soetanto lantas mencontohkan kecilnya
gaji guru yang memaksa mereka harus bekerja sambilan.
”Dan, karena faktor tersebut jangan heran bila banyak
ilmuwan Indonesia mencari penghasilan di luar
negeri,” pungkas Soetanto. Kendati demikian, pria
berkaca mata ini awalnya belajar ke Jepang bukan untuk
semata-mata untuk mengejar materi alias duit.

SUMBER: infotekkom.wordpress.com

Jumat, 05 Agustus 2011

Kontak

Bagi anda Yang mau bekerja sebagai guru, khususnya di lembaga bimbingan belajar. Silahkan Hubungi kami di : 833 14 333. atau datang langsung ke jalan kedungtarukan baru 4b no 15 surabaya.

Disdik Proporsional Distribusikan Guru

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dinas Pendidikan Bangka Selatan, diminta lebih secara proporsional berdasarkan database, menyusul tahap pertama dalam mendistribusikan guru tahun ini.

Komisi B DPRD Bangka Selatan membidangi pendidikan, sangat mengharapkan distribusi dilakukan secara proporsional berdasarkan database tentang keterlayanan guru terhadap murid.

"Jangan ada penumpukan guru di satu sekolah dan kekurangan guru di lain sekolah," pungkas Samsir kepada bangkapos.com, Jumat (05/08/2011).

Penulis : syafruddin
Editor : rusaidah
Sumber : bangkapos.com